Cara Legalisir Dokumen di Kemenkumham (AHU), Kemenlu, dan Kedutaan Besar Polandia

Hari ini gw inginkan sharing tentang pengalaman gw dalam Legalisir ijazah dokumen di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Gw mengerjakan legalisir dokumen ini untuk kebutuhan pendidikan. Jadi, sesudah mencoba sejumlah beasiswa, kesudahannya gw diterima di antara beasiswa master dari pemerintah Polandia, yakni Ignacy Lukasiewicz Scholarship Programme. Untuk kisah suka duka gw hingga mendapatkan beasiswa ini bakal gw ceritakan di blog selanjutnya ya (atau klik di sini). Di sini gw akan menyatakan proses legalisir dokumen pentingnya saja mengingat melulu ada masa-masa singkat guna menyiapkan ini seluruh sebelum berangkat ke Polandia. Mungkin sudah tidak sedikit sekali panduan-panduan tentang legalisir ini, tetapi tetap tidak jarang kali merasa tidak cukup lengkap dan tidak jarang kali timbul tidak sedikit pertanyaan dalam diri gw sebagai pembaca awam ketika itu. Oleh sebab tersebut gw mau mencatat ini, yang tentunya pun ada update-update terbaru tentang proses legalisirnya. Gw harap gw dapat menyampaikannya sangat-sangat detail, tidak melulu di kulitnya, tapi hingga ke daging, bahkan biji-biji nya LOL.

Ketika kandidat ditetapkan diterima beasiswa Ignacy Lukasiewicz (dan pun beasiswa luar negeri lainnya pada umumnya), dokumen-dokumen edukasi dan kependudukan laksana ijazah, transkrip nilai, dan akta kelahiran mesti dilegalisir di kedutaan besar Polandia di Indonesia (Jakarta) sebelum di berikan kepada kampus/universitas Polandia dimana anda akan melanjutkan studi. Sebelum legalisir di kedutaan besar, dokumen mesti dilegalisir terlebih dahulu, dibuka dari Kemenkumham, dilanjutkan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan terakhir Kedutaan Besar Polandia (atau kedutaan besar negara bersangkutan). Gw akan menyatakan tahap demi tahap cocok dengan yang gw alami.

A. Persiapan dokumen sebelum ke Kemenkumham (Administrasi Hukum Umum – AHU): Menerjemahkan dokumen, cap notaris

Sebelum ke Kemenkumham, urusan yang mesti dilakukan ialah menerjemahkan dokumen. Dokumen yang butuh diterjemahkan dan bakal dilegalisir ialah ijazah SMA, ijazah S1, transkrip nilai S1, dan akta kelahiran. Jadi pihak universitas di luar negeri tentu memerlukan dokumen dalam bahasa Inggris. Jika dokumen yang anda peroleh di Indonesia berupa bahasa Indonesia, maka butuh sekali guna diterjemahkan ke bahasa Inggris. Gw telah punya akta kelahiran yang telah diterjemahkan sebelumnya (tahun 2017, guna apply beasiswa pun waktu tersebut ke Korea, tapi kesudahannya gagal), sedangkan transkrip nilai S1 dan ijazah S1 gw telah bilingual, alias telah berbahasa Indonesia sekaligus Inggris dari kampus gw. Jadi gw melulu perlu guna menerjemahkan ijazah SMA gw yang masih berbahasa Indonesia.

Untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris, pasti tidak dapat sembarangan atau diterjemahkan sendiri oleh anda sebagai orang awam. Ada yang dinamakan penerjemah tersumpah (sworn translator). Harga yang ditawarkan per halaman per dokumennya bervariasi. Ada yang dapat mencapai lebih dari Rp 100.000, ada pun yang murah yakni Rp 35.000, tergantung bagaimana pintarnya anda dalam googling dan mencarinya. Setahun yang lalu, di tahun 2017, gw pernah menerjemahkan akta kelahiran gw di di antara sworn translator yang harganya Rp 75.000/halaman dokumen. Seiring berjalannya masa-masa dan saking seringnya apply beasiswa, network juga bertambah, sampai-sampai ada di antara applicant beasiswa Ignacy Lukasiewicz yang menganjurkan untuk translate di sworn translator mempunyai nama Anang Fahkcrudin, yang harganya melulu Rp. 35.000 per halaman. Mungkin hadir pertanyaan, “lalu apakah terdapat perbedaan kualitas antara sworn translator yang harganya mahal dan murah?”. Jawaban gw ialah tidak terdapat perbedaan, yang terpenting ialah kita butuh meyakinkan apakah sworn translator yang anda pilih benar-benar tercatat resmi atau tidak (selengkapnya baca blog ini hingga selesai).

Proses menerjemahkan dokumennya lumayan mudah, kita melulu perlu email beliau hasil scan dari dokumen yang hendak kita terjemahkan. Kemudian beliau bakal merincikan biayanya, dan perkiraan selesai dalam waktu tidak cukup lebih 3 hari. Sebelum ditandatangani dan dicap beliau, akan diantarkan hasil terjemahan ke email kita guna klarifikasi bila tidak ada kekeliruan penulisan. Apabila kita telah cek dan benar, saya dan anda lakukan pembayaran melewati transfer, dan beliau bakal menandatangi dan cap basah dokumen terjemahan tersebut. Hasil hard-copy akan diantarkan melalui kurir, contohnya TIKI, yang ongkirnya anda tanggung sendiri, atau dapat juga anda datang ke kantornya. Berikut ialah informasi dari sworn translator

Leave a Comment